oleh

PENTINGNYA TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA

example banner

Toleransi secara bahasa berasal dari bahasa latin “tolerare”, toleransi berarti sabar dan menahan diri. Toleransi juga dapat berarti suatu sikap saling menghormati dan menghargai antarkelompok atau antarindividu dalam masyarakat atau dalam lingkup lainnya. Sikap toleransi dapat menghindari terjadinya diskriminasi, walaupun banyak terdapat kelompok atau golongan yang berbeda dalam suatu kelompok masyarakat.

Contoh sikap toleransi secara umum antara lain: menghargai pendapat mengenai pemikiran orang lain yang berbeda dengan kita, serta saling tolong-menolong antar sesama manusia tanpa memandang suku, ras, agama, dan antar golongan.

Istilah toleransi mencakup banyak bidang. Salah satunya adalah toleransi beragama, yang merupakan sikap saling menghormati dan menghargai antar penganut agama lain, seperti:

– Tidak memaksakan orang lain untuk menganut agama kita.
– Tidak mencela/menghina agama lain dengan alasan apapun.
– Tidak melarang ataupun mengganggu umat agama lain untuk beribadah sesuai agama/kepercayaannya.

Ditengah maraknya isyu in toleransi, crew media bertemu dengan Tokoh dan Penggiat Toleransi Kerukunan Antar Umat Beragama Romo Ustadz M Aziz Hidayatullah Pengasuh Pondok Pesantren Bustanul Hidayah dan Ketua Presidiun Relawan JUARA (Jokowi sUara hAti RAkyat).

“Akhir -akhir ini saya prihatin dengan kondisi bangsa, saat ini bangsa ini sedang mengalami krisis nasionalisme, ini disebabkan karena doktrin dokrin identitas keagamaan yang di adopsi dari budaya di luar Pancasila, sehingga jika kita sebagai bagian anak bangsa tidak segera mengambil sikap membantu pemerintah, cepat atau lambat saya meyakini bangsa ini akan tercerai berai akibat perang saudara sesama anak bangsa,” terang Romo Aziz.

“Doktrin identitas akan menciptakan in toleransi bahkan radikalisme dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Doktrin identitas ini di sebarkan ke tengah tengah masyarakat secara, terstruktur, sistematis dan masif dengan menggunakan simbol simbol agama tertentu, sehingga mudah mempengaruhi masyarakat awam tentang keagamaan untuk saling membenci, bahkan bersikap in toleransi dan radikalisme kepada masyarakat lainnya yang tidak sejalan dan beda keyakinan agama dengannya, hal ini jelas kejahatan kemanusiaan yang di ciptakan oleh oknum-oknum yang hanya memiliki fanatisme sempit keagamaan dari budaya asing tanpa memiliki rasa nasionalisme dan jauh dari Cinta Tanah Air,” terang Romo Aziz.

“Untuk itu saya berharap semua komponen bangsa yang masih mencintai Tanah Air ini mengambil sikap Bela Negara, mensosialisasikan pentingnya toleransi antar sesama anak bangsa, antar suku dan umat beragama dengan membuat acara-acara atau program nyata yang berhubungan dengan toleransi. Kita bersatu padu secara terorganisir, sistematis dan masif untuk mematahkan gerakan gerakan kelompok kelompok in toleransi. Kebaikan yang tidak terorganisir, sistematis dan masif akan dapat dengan mudah di patahkan oleh kejahatan yang terorganisir, sistematis dan masif,” kata Romo Aziz.

“Melawan in toleransi tidak cukup hanya di dunia medsos, namun sangat perlu lebih dari itu yaitu mensosialisasikan di dunia nyata, dimulai dari keluarga kita, tetangga dan seterusnya kelingkungan yang lebih luas, ” lanjut Romo Aziz.

Lebih lanjut Romo Ustadz M. Aziz Hidayatullah yang juga Ketua Presidium FKPPAI (Forum Keluarga Paranormal dan Penyembuh Alternatif Indonesia) menyampaikan Nota Maklumat yang ditujukan kepada Presiden Jokowi dan Pemerintah :

1. Indonesia adalah negara Pancasila, yang seharusnya menjamin kebebasan beribadah dalam kenyataan yang sebenarnya dan bukan retorika. Negara wajib menjamin tidak boleh lagi ada pelarangan ibadah dan acara – acara keagamaan.

2. Presiden sebagai Kepala Negara sekaligus Panglima Tertinggi Republik Indonesia harus tegas terhadap kelompok radikalisme dan intoleran yang sangat bertentangan dengan Pancasila.

3. Setelah Pemilu usai, Indonesia masih harus banyak berbenah diri, terutama soal Toleransi. Yang mengancam Indonesia sebagai dampak dari Politisasi Agama dan Politik Identitas saat Pilkada DKI 2017 dan Pilpres 2019.

4. Perlu segera dihentikan pernyataan para menteri dan pejabat yang membuat kegaduhan, karena akibatnya Rakyat Gelisah dan Rakyat tidak butuh kegaduhan. Sebagai warga negara, Rakyat perlu ketenangan.

5. Usut tuntas kasus- kasus korupsi di Indonesia dan jangan tebang pilih.

6. Tidak boleh lagi muncul istilah mayoritas dan minoritas, yang ada hanya warga negara indonesia yang mempunyai hak dan kewajiban yang sama didepan hukum.

7. Adakan kegiatan dan acara yang berthema Toleransi secara terus menerus dan berkelanjutan disetiap daerah dan diaktifkannya kembali P4 (Pedoman, Penghayatan dan Pengamalan Pancasila).

example banner

This site is using SEO Baclinks plugin created by Locco.Ro

example banner

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed