oleh

LEMBAGA ADAT BATAK INDONESIA DUKUNG GUBSU PERANGI PENYAKIT BABI

example banner

MEDAN – Lembaga Adat Batak Indonesia mendukung langkah Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang dikomandoi Gubernur Edy Rahmayadi untuk memerangi penyakit ternak Babi, wabah African Swine Fever (ASF) atau demam Babi Afrika dan Hog Cholera.

Dukungan itu disampaikan Birong Siregar selaku Ketua Lembaga Adat Batak Indonesia kepada awak media, Senin (17/2/2020) di kantor Ikatan Pemuda Beladiri Indonesia (IPBI), perkantoran Terminal Terpadu Amplas. Ikut mendampingi Jontar Sinaga,SE selaku seksi Adat serta Drs.Jekson Napitupulu selaku Ketua IPBI.

Dalam kesempatan itu, Birong Siregar mengucapkan terimakasih kepada seluruh panitia aksi damai Save Babi yang digelar pada 10 Februari lalu di Gedung DPRD Sumut.

Birong Siregar meminta kepada seluruh warga masyarakat Sumatera Utara, khususnya Suku Batak agar sama-sama menahan diri dalam menyikapi permasalahan penyakit yang menyerang ternak Babi. Birong juga meminta agar tidak ada lagi aksi serupa, karena Pemprovsu sudah menyatakan komitmen melalui Gubernur.

“Pak Gubernur sudah berkomitmen akan memerangi penyakit ternak Babi. Dihadapan para Pastor, Pendeta dan jemaat, pak Gubernur menyatakan tidak memusnahkan ternak Babi tapi penyakitnya yang akan diatasi,” tegas Birong Siregar.

Marilah kita sama-sama membantu langkah Pemprovsu untuk tidak lagi membuat aksi-aksi serupa. Bahkan, kepanitiaan Save Babi pun sudah saatnya lah membubarkan diri, karena pihak DPRDSU sudah menerima aspirasi dan pernyataan sikap peserta aksi damai, tambah Birong Siregar.

“Dalam situasi ini kami dan kita Suku Batak mengakui bahwa Babi sangat diperlukan dan tidak bisa digantikan dalam hal pelaksanaan adat Batak. Marilah kita ikut sama-sama menjaga kondusifitas di Sumut ini,” jelas Ketua Birong Siregar.

Sementara Jontar Sinaga SE, mengaku sedikit menyesalkan munculnya kata-kata Babi Berdaulat—saat aksi damai Save Babi berlangsung. Menurutnya, sangat berlebihan menyamakan derajat Babi dengan manusia.

“Marilah kita bergandeng tangan membantu pak Gubernur. Dimana saat ini Pemprovsu sedang berjuang mendapatkan dana perawatan ternak Babi dari pemerintah pusat. Semoga pemerintah pusat mengucurkan pengajuan dana tersebut, agar para peternak bisa mendapatkan ganti rugi serta perawatan,” kata Jontar.

Di tempat sama, Ketua Umum IPBI Drs.Jekson Napitupulu (penyandang gelar DAN III) juga mengharapkan agar pergerakan save babi betul-betul tidak ditunggangi oleh kepentingan terselubung. Bahkan Jekson meminta kepada panita save babi agar tidak mencampur-adukkan aksi save babi dengan Protap.

“Protap itu kita tahu sudah jelas kepanitiaannya. Dari dulu sudah ada yang mengurus itu. Jadi saya kira, panitia save babi ya mengurus itu saja. Jangan menyebut juga akan mengurus Protap. Kalau pihak panitia save babi mengeluarkan narasi atau statement soal Protap, saya kira itu bisa memicu reaksi baru. Sudahlah, save babi ya save babi jangan masuk ke yang lain. Kita mau Sumut ini selalu kondusif. Jangan gara-gara statement seperti itu sesame kita bisa timbul perpecahan,” tegas Jekson Napitupulu.

Diakhir statementnya, Jekson Napitupulu mengaku kalau keluarga besar Ikatan Pemuda Beladiri Sumut siap menjadi garda terdepan mengawal komitment Pemprovsu dibawah komando Gubernur Edy Rahmayadi.

Pernyataan sikap ini juga didukung oleh Lembaga Adat Batak berbagai daerah kabupaten/kota seperti; Sumatera Utara (Drs.Jekson Napitupulu), Serdangbegai (Lamhot Togatorop SH), Tapanuli Utara (Birong Siregar), Tobasa (Jonny Napitupulu SE), Samosir (Manahan Sitanggang ST), Medan (Jontar Sinaga SE), Humbahas (Togap Sihombing SPd), Simalungun (Mangiring Silalahi), Tapteng (Carles Pardede), Labusel (Yohannes Napitupulu), Madina (Tarmiji Lubis SE), Binjai (Boy Martin Lubis), Deliserdang (Musa Hutasoit), dan Tebingtinggi (Retno Manurung). (tob)

example banner

This site is using SEO Baclinks plugin created by Locco.Ro

example banner

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed