oleh

Dugaan Korupsi Anggaran 2019 Dinas Pendidikan Sumut Mencuat, Trio Arsyad Lubis-Faisal-Agus Sinaga Oknum Pengatur Proyek

example banner

MEDAN – Belum berhenti pada kasus dugaan korupsi APBD 2017 dan 2018, Dinas Pendidikan Pemerintah Sumatera Utara (Pemprovsu)  yang dikomandoi Arsyad Lubis juga diduga melakukan korupsi pada penggunaan anggaran yang bersumber dari APBD Tahun 2019 nilainya mencapai ratusan miliar.

Informasi yang diperoleh Posmetro Medan pekan lalu, Dinas Pendidikan Sumut memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp3 Triliun lebih bersumber dari APBD 2019 yang melingkupi untuk anggaran berupa gaji pegawai, gaji guru honorer.

Kemudian anggaran digunakan untuk pengadaan buku bacaan dan pengadaan alat peraga dan laboratorium, ruang kelas baru (RKB) jenjang SMK/ SMA/MA, peningkatan kualitas guru, dan penyelenggaraan ujian nasional (UN).

Dana bantuan operasional sekolah (BOS) dan dukungan kepada lembaga pendidikan tinggi yang antara lain juga untuk fasilitas penguatan kelembagaan pendidikan di tingkat dini dan dasar.

Sekretaris LSM Penjara Indonesia Sumut, Ferry Nofirman Tanjung mengaku kecewa atas bobroknya penggunaan anggaran di Dinas Pendidikan Sumut yang kerap menuai kritikan dan berujung pada proses hukum di lembaga penegak hukum. Kemudian minimnya prestasi pendidikan di Sumut.

“Kami akan memasukkan laporan resmi ke Kejati Sumut atas dugaan korupsi di Dinas Pendidikan Pemprovsu nilainya mencapai ratusan miliar. Ada kesan pembiaran dinas itu sebagai tempat untuk melakukan tindak pidana korupsi oleh oknum pejabat di dalamnya,” tegas Ferry Nofirman Tanjung.

Ferry menuding beberapa oknum pejabat di Dinas Pendidikan Sumut memanfaatkan jabatannya untuk menggaruk anggaran yang teralokasi di dinas itu, baik itu berupa anggaran proyek maupun anggaran berupa honor dan bantuan untuk sekolah.

“Dari informasi yang kita peroleh, Arsyad Lubis, Faisal dan Agus Sinaga adalah oknum pejabat di Dinas Pendidikan Sumut yang diduga memanfaatkan jabatannya untuk melakukan korupsi anggaran di dinas itu. Ketiganya masing-masing punya peran yang berbeda dalam pengelolaan anggaran di dinas itu,” ungkap Ferry.

Kepala Dinas Pendidikan Sumut Arsyad Lubis enggan menanggapi tudingan yang dialamatkan kepada dirinya tersebut. HIngga berita ini ditulis, klarifikasi dari Arsyad melalui pesan WhattShapp belum membuahkan informasi.

Sementara itu, Asisten Pidana Khusus Kejati Sumut Sampeh Tua Lumbangaol mengapresiasi bila ada masyarakat yang konsern melaporkan dugaan tindak pidana korupsi di instansi pemerintah.

“Kami sangat terbuka menerima laporan dari masyarakat. Dan pasti akan menindaklanjutinya dan segera mengusut dugaan korupsi yang dilaporkan tersebut. Terkait dugaan korupsi di Dinas Pendidikan Sumut, kami siap menindaklanjutinya dan menunggu laporan resminya,” kata Aspidsus Kejati Sumut Sampeh Tua Lumban Gaol pekan lalu. (fel/tob)

example banner

This site is using SEO Baclinks plugin created by Locco.Ro

example banner

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed