oleh

18 Sekolah di Sergai Terima Penghargaan Adiwiyata 2019 Tingkat Privinsi

example banner

SERGAI – Delapan belas (18) Sekolah di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) menerima penghargaan sebagai Sekolah Peduli Lingkungan dan Budaya di Lingkungan Hidup (Adiwiyata) tingkat Provinsi Sumatera Utara (Provsu) tahun 2019.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Kadis Lingkungan Hidup Provsu Dr. Ir Binsar Situmorang MSi MAP bertempat di SD Negeri 101956 Sukaramai, Dusun IX Sukaramai Desa Celawan, Kec. Pantai Cermin, Selasa (18/02/2020).

Kedelapan belas sekolah yang menerima penghargaan Adiwiyata tersebut yakni; SMPN 1 Sei Rampah, SMPN 1 Tanjung Beringin, SMPN 2 Tebing Tinggi, SMPN 1 Bandar Khalipah, SMPN 2 Teluk Mengkudu, SMPN 2 Bandar Khalipah, SMPN 1 Serba Jadi.

Selanjutnya, SDN 102011 Sei Buluh, SDN 104303 Kp Ibus Sei Rampah, SDN 106224 Kerapuh, SDN 101952 Tualang, SDN 101929 Perbaungan, SDN 101930 Perbaungan, SDN 108293 Perbaungan, SDN 101956 Suka Ramai, SDN 105377 Naga Kisar, SDN 106223 Pekan Kamis dan SDN 102061 Bangun Bandar.

Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Panduan Mariduk Sitorus SKM MAP dalam laporannya menjelaskan, bahwa penyerahan penghargaan Adiwiyata tahun 2019 memiliki makna penting serta sebagai pedoman lingkungan hidup yang lebih baik.

Penyerahan piagam penghargaan prestasi di bidang lingkungan hidup tingkat Provsu kepada 35 kepala sekolah yang hadir saat ini yaitu berasal dari Kabupaten Sergai sebanyak 18 sekolah, Kabupaten Asahan 10 sekolah dan Kabupaten Labuhan Batu 2 sekolah serta Kota Tebing tinggi 5 sekolah.

“Melalui peran partisipasi masyarakat khususnya generasi muda, kita telah melaksanakan program peningkatan kesadaran masyarakat melalui program perlindungan hidup sebagai penumbuhan karakter dan masyarakat yang berwawasan lingkungan,” Ujar Mariduk Sitorus SKM MAP.

Kemudian Kadis Lingkungan Hidup Provsu Dr. Ir. Binsar Situmorang, M.Si, MAP juga mengatakan bahwa dalam mewujudkan Sumut yang bermartabat, diimbau program Adiwiyata ini terus kita tingkatkan sebagai upaya dalam perlindungan dan pengawasan lingkungan hidup di sekolah baik itu kontribusi tenaga lingkungan dan penanaman, pemeliharaan pohon, membuat lubang biopori dan sumur resapan serta melakukan penghematan terhadap penggunaan listrik.

“Hal ini merupakan langkah-langkah untuk melakukan keberlanjutan lingkungan hidup kita kedepan. Oleh karenanya kami berharap Dinas Pendidikan agar dapat senantiasa terus mendorong dan membesarkan program serta mensosialisasikan kepada masyarakat untuk peduli lingkungan,” ujar Binsar Situmorang.

Atas nama Pemerintah Provsu Kami mengucapkan selamat kepada seluruh Kepala Sekolah dari 4 kabupaten/kota yang mendapatkan Adiwiyata ini. Mari kita tingkatkan bersama agar di tahun berikutnya bisa menjadi lebih baik lagi, tambahnya.

Ketua DPRD Sergai dr. M. Riski Ramadhan Hasibuan sangat mengatakan bersyukur karena 18 sekolah di Sergai mendapat anugerah Adiwiyata. Ini merupakan prestasi yang sangat membanggakan. Anugerah Adiwiyata Provsu tahun 2019 ini bukanlah tujuan akhir dari kegiatan ini.

“Kami sangat mengharapkan kedepannya seluruh sekolah negeri maupun swasta dapat memahami, menyadari dan pastinya peduli serta mengubah perilaku untuk dapat melakukan budaya pelestarian lingkungan secara berkelanjutan,” kata dr.M Riski Ramadhan Hasubuan.

Sebagaimana kita ketahui bersama, Adiwiyata merupakan program dari Menteri Lingkungan Hidup RI yang bertujuan untuk mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah.

Selanjutnya Bupati Sergai Ir H Soekirman dalam sambutannya mengatakan jika
hal ini merupakan akumulasi dari satu niat dan kemauan untuk pembangunan berkelanjutan yang lestari. ” Ada niat kalau tidak ada kemauan tidak akan bisa terjadi, begitu sebaliknya,” katanya..

Seperti juga dalam semua agama disebutkan bahwa segala sesuatunya dilakukan oleh niat yang baik pasti hasilnya akan baik. Dalam kaitan ini disebut bahwa kita telah melaksanakan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan atau sistem sustainable development.

Mendefinisikan bahwa sustainable development adalah yang pertama teknik bisa dikerjakan kemudian dari segi ekonomi mungkin perlu kita lakukan secara berulang-ulang, secara teknis dan ekonomi bisa dikerjakan dengan layak.

Visible sociality secara sosial dapat diterima oleh masyarakat kemudian secara lingkungan berwawasan, kemanusiaan menjadi kata kunci tentang pembangunan berkelanjutan, seperti di Kabupaten Sergai yang diwujudkan oleh Dinas Pendidikan yang dikenal dengan program Green Clean Life(GCL) serta Gerakan Pelajar Peduli Sampah (Gerappah).

“Kami berterima kasih dengan program Gerappah hingga kebersihan lingkungan khususnya di lingkungan sekolah dapat tercapai. Saya ucapkan terima kasih kepada guru-guru di SD ini yang telah mempersiapkan tempat ini dengan baik semoga menjadi amal jariyah dan kebanggaan berkah buat kita semua,” tambah Bupati.

Dalam acara ini turut hadir Kadis Pendidikan Sergai Drs. Joni Walker Manik MM, Korwil serta para Kepala Sekolah dan guru-guru serta undangan dari kabupaten kota lainnya yang juga menerima penghargaan sekolah Adiwiyata. (sal)

example banner

This site is using SEO Baclinks plugin created by Locco.Ro

example banner

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed