oleh

Woww…..!! Terdakwa Narkoba Dituntut Jaksa 12 Tahun Penjara Divonis Hakim 1,4 Tahun

⏩ Praktisi Hukum : “Lucu,, Hakim Tidak Serius Berikan Efek Jera Ke Pelaku Narkoba
KARO – Hal luar biasa terjadi di persidangan perkara narkoba di Pengadilan Negeri Kabanjahe, Kabupaten Karo, Propinsi Sumatera Utara. Dalam pantauan kami dipersidangan tersebut, Senin (18/11/2019) kemarin, Majelis Hakim yang diketuai bernama, Sanjaya Sembiring, ini menjatuhkan vonis atau putusan kepada terdakwa narkoba selama 1 tahun dan 4 bulan penjara.
Sementara Jaksa Penuntut Umum dari Kejari kab. Karo, menuntut terdakwa selama 12 tahun penjara. Padahal PolresTanah Karo dan BNNK lagi gencar-gencarnya melawan peredaran narkoba, mulai dari penindakan hingga ke kejaksaan, namun pengadilan bertindak tidak sejalan dengan pemerintah dan instansi penegakan hukum lainnya dalam memerangi Peredaran gelap Narkotika di bumi turang.
Persidangan yang menghadirkan terdakwa, Rizal Perangin-angin, warga tigabinanga ini sebelumnya didakwa oleh Jaksa dengan pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) dan pasal 111 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) dari Undang-Undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dalam tuntutannya Penuntut Umum menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Narkotika sebagaimana dalam Pasal 114 ayat (1)  Jo Pasal 132 ayat (1), sementara dalam Putusannya Majelis Hakim yang diketuai Sanjaya Sembiring menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Narkotika sebagaimana dalam Pasal 112 dan 111 UU No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 3,12 gram dan narkoba jenis ganja seberat 36,24 gram.
Putusan ini jauh dari tuntutan Jaksa, dan diduga adanya permainan antara terdakwa dengan oknum hakim, yang menjatuhkan putusan tersebut.
Saat ditanyai mengenai hal ini kepada Jaksa Penuntut Umum Kejari Karo, Aguinaldo, mengaku kecewa atas putusan tersebut. Dan menurutnya tuntutan yang diberikan sudah sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku.
“Putusan hakim kita sangat kecewa, karena jauh dari tuntutan kita. Tuntutan kita itu kan sudah sesuai dengan UU No 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Karena sudah terbukti perbuatannya. Sesuai pasal 114 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman  minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun. Tapi hakim menjatuhkan putusan 1 tahun dan 4 bulan,” ungkapnya kepada wartawan, Selasa (19/11/2019) siang.
“Ini kan bg dakwaan kita susun secara kumulatif,  ada 3 pasal yang dikumulatifkan, karena terbukti ada dua jenis narkobanya yakni ganja dan sabu. Kalau Pasal 114 itu ancamannya minimal 5 tahun, Pasal 112 itu ancamannya minimal 4 tahun, dan pasal 111 itu acamannya minimal 4 tahun, Tapi kenapa putusannya jauh dari tuntutan,” ujarnya.
Lanjutnya kalau atas putusan ini dirinya mengambil langkah banding ke Pengadilan Tinggi Medan.
“Ini kan udah jauh bang, jadi kita ajukan banding ke PT,” jelasnya.
Sementara itu Humas Pengadilan Negeri Kabanjahe, masih belum dapat dimintai keterangan terkait permasalahan ini.
Diketahui kalau terdakwa Rizal Perangin-angin ditangkap oleh Satres Narkoba Polres Tanah Karo, bersama dengan dua temannya, di Kec. Tigabinanga, pada bulan April 2019. Dengan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 3,12 gram dan narkoba jenis ganja seberat 36,24 gram.
Seperti diberita sebelumnya yang mengatakan bahwa ketiga tersangka adalah David Sinuraya, Jaya Karokaro, serta Rizal Peranginangin.
“Para pelaku berhasil kita amankan di kawasan Simpang Gunung, Kecamatan Tiga Binanga, di sebuah rumah milik JS. Namun, pada saat penggerebekan, pemilik rumah tersebut melarikan diri,” ujar Kasat Narkoba Polres Tanah Karo saat di Jabat AKP Sopar Budiman, Pada Minggu (21/4/2019).
Sopar menyebutkan, dari tangan ketiganya berhasil didapatkan dua jenis narkotika yang telah dibungkus. Jenis narkoba yang dimaksud adalah, 21 paket narkoba jenis sabu, dan 18 paket narkoba jenis ganja.
“Kalau yang sabu ini, beratnya masing-masing 3,12 gram. Sedangkan ganjanya setelah kita timbang seberat 36,24 gram,” katanya.
Namun dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum Kejari Karo, Aguinaldo SH, terdakwa didakwa dengan pasal 114, pasal 112, dan pasal 111, Undang Undang No 35 tahun 2009 tentang narkotika. Dan pada sidang tuntutan terdakwa di tuntut hukuman penjara selama 12 tahun.
Terdakwa ini disidangkan dalam 2 berkas terpisah, dan 1 perkara yang sama bersama dengan dua temannya, didakwa dan dituntut pasal 127 Undang Undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan tuntutan 3 tahun penjara. Dan persidangannya masih berjalan dan tengah menunggu sidang putusan.
Menyikapi terkait putusan hakim PN Kaban Jahe tersebut Praktisi Hukum yang juga seorang loyers di jakarta Danu Sebayang SH, MH angkat bicara, menurutnya, ” kalau melihat banyaknya barang bukti tersebut kurang pas lah putusannya seperti itu, saya berharap jaksa melakukan banding ke pengadilan tinggi (PT) agar dapat menjadi efek jera para pelaku narkoba ,” jelasnya saat dimintai tanggapan oleh awak media via media sosial wattshap
Hal senada juga di katakan Ronald Abdi Negara SH, seorang pengacara dan juga menjabat sebagai Ketua Garda Bela Negara Nasional (GBNN) kab.karo.
Menurutnya , “terkait putusan hakim tersebut sudah melanggar peraturan dan tidak sesuai dengan undang undang yang berlaku seperti yang diatur di UU no 35 tahun 2009, dan dengan putusan hakim tersebut  terkesan Hakim tidak komitmen memerangi narkoba, seharusnya Hakim dalam putusannya memberikan hukuman yang dapat membuat efek jera terhadap para pelaku narkoba, bukannya malah meringankan, ini sangat lucu menurut saya,” kesalnya. (ris/tob)

example banner

This site is using SEO Baclinks plugin created by Locco.Ro

example banner

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed