oleh

Jadi Lembaga Independen, KPU Minta Metode Ilmiah dan Sampling

RANTAUPRAPAT – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Labuhanbatu mulai membuka pendaftaran lembaga pemantau, lembaga pelaksana survey atau jajak pendapat serta lembaga pelaksana penghitungan cepat dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2020 mendatang.

Selain persyaratan umum maupun dokumen administrasi dari instansi berwenang sekaitan legalitas lembaga, nantinya juga pelaksana Pilkada itu akan meminta lembaga itu untuk melampirkan hasil metode penelitian ilmiah dan melaporkan metodologi pencuplikan data atau sampling.

“Itu syarat pendaftaran sesuai pengumuman kita nomor 284/HM.02-Pu/1210/KPU-Kab/XI/2019 tanggal 1 Nopember kemarin, jadwal terakhirnya hingga Agustus 2020 mendatang,” kata Ketua KPU Labuhanbatu, Wahyudi (tengah dalam foto) di kantornya Jalan WR Supratman no.52 Rantauprapat, Selasa (19/11).

Dijelaskannya, bagi lembaga pelaksana survey atau jajak pendapat dan pelaksanaan penghitungan cepat, tidak boleh berpihak kemanapun, tidak akan mengganggu tahapan, mempunyai tujuan meningkatkan partisipasi pemilih, mendorong terwujudnya suasana kondusif, harus benar-benar melakukan wawancara dan survey, tidak akan mengubah data yang diperoleh dari lapangan.

Selanjutnya, harus menggunakan metode penilitian ilmiah dan melaporkan metodologi pencuplikan data atau sampling, memiliki surat keterangan dari instansi berwenang yang menyatakan telah bergabung dengan asosiasi lembaga survey, surat keterangan sumber data, jumlah responden, tanggal dan tempat pelaksanaan serta administrasi formal lainnya.

Sementara, syarat pendaftaran lembaga pemantau menyatakan sumber dana, memastikan keindependensian, surat pengalaman dibidang pemantau dari organisasi bersangkutan atau pemerintah negara lain yang pernah dilakukan pemantauan.

Selain itu, lanjut Ketua KPU Labuhanbatu, Wahyudi, melampirkan profil organisasi, nama dan jumlah anggota, alokasi anggota pemantau hingga kecamatan, jadwal daerah yang dipantau, identitas pengurus lembaga, pas fhoto terbaru pengurus serta lainnya.

Sesuai jadwal, sambungnya, pendaftaran pemantau mulai 01 Nopember 2019 sampai 16 September 2020, pendaftaran pelaksanaan survey atau jajak pendapat mulai 01 Nopember 2019 sampai 23 Agustus 2020 serta pendaftaran pelaksana penghitungan cepat sejak 01 Nopember 2019 sampai 23 Agustus 2020 mendatang.

“Prinsip lembaga survey dan hitung cepat tidak melakukan kegiatan untuk kepentingan tertentu, terutama kepentingan salah satu calon yang kemudian menimbulkan kegaduhan tehadap tahapan yang sedang berlangsug,” tutup Wahyudi. (nik/bal)

example banner

This site is using SEO Baclinks plugin created by Locco.Ro

example banner

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed