oleh

FGD Disbudpar Sumut Hasilkan Sejumlah Rekomendasi 

MEDAN – Focus Group Diskusi (FGD) yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemprov Sumut menghasilkan sejumlah rekomendasi, yang memfokuskan pada pengembangan pariwisata pantai timur. FGD ini digelar selama dua hari di Siba Island dan berakhir Kamis (14/11/2018).

Hadir sebagai narasumber diantaranya penggiat pariwisata Pantai Timur, Syarifuddin Siba yang juga pemilik dari Siba Island. Hadir pula mewakili Lantamal Belawan, Paban Tahwiltas Spotmar Lantamal I Belawan Letkol (Laut) Irfan Hasibuan S.Sos, MM dan Seksi Usaha KP3K Diskanla Sumut Lolotan Pane serta ditutup dengan paparan Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Sumut dr.Ria Telambanua MKes.

Dalam paparannya di hari pertama, Syarifuddin Siba salah satu pelaku pariwisata menyebut sudah saatnya Pemerintah Sumut tidak lagi membelakangi laut tapi bagaimana laut kini menjadi wisata andalan yang harus dikembangkan sebagai objek wisata baru dengan segala potensinya.

“Bagi para pemangku kepentingan di kawasan wisata pantai pesisir timur harus saling bersinergi dan bahu membahu untuk bisa satu melahirkan satu gagasan besar dan segera ‘action’ guna menghidupkan potensi wisata mulai dari Langkat Asahan hingga Labuhan Batu,” ucapnya.

Menurutnya, disaat pemerintah pusat sedang getol-getolnya memanjakan dan menyulap Danau Toba, perhatian pemerintah provinsi dan kabupaten/kota tak boleh lengah untuk menggarap potensi-potensi lokal lainnya khususnya kawasan pesisir pantai timur yang selama ini ‘tidur’ agar segera bangkit .

“Ke depan saya ingin ada semacam Festival Budaya Pantai Timur kelas dunia yang bisa kita gelar sebagai event tahunan untuk mendongkrak pamor wisata pantai timur. Salah satu lokasi destinasi hajatan ini nantinya bisa di Siba Island yang akan kita benahi kembali,” ucap Siba.

Sementara itu mewakili Danlantamal Belawan, Paban Tahwiltas Spotmar, Letkol Irfan Hasibuan S.sos, MM menyebut sejak dua tahun terakhir TNI-AL ikut terlibat dalam menjaga potensi kemaritiman melalui Spotmar untuk mendukung dan memgembangkan giat pariwisata pesisir maupun usaha-usaha pariwisata, salah satunya desa-desa binaan wilayah pantai berikut pemberdayaan masyarakatnya. “Khusus untuk kawasan sekitar Belawan kita punya desa binaan seperti desa pelangi dan lainnya,” jelasnya

TNI-AL juga selalu siap menjaga sektor keamanan laut dan mendukung pagelaran event-event bahari seperti pemilihan putri maritim untuk mendukung pariwisata laut.

⏩ Segera Berbenah

Kadisbudpar Sumut dr.Ria Telambanua Mkes yang hadir sebagai ‘keynote speaker’ di hari kedua, mengaku mendukung segala upaya pengembangan potensi wisata di kawasan pantai pesisir timur sehingga semua pihak harus ikut terlibat dan berbenah mengangkat potensi yang ada.

“Jika kita bicara pariwisata tentu hal-hal mendasar dalam kepariwisataan harus dilakukan baik itu sarana dan prasarana terkait amenitas, infrastruktur pendukung seperti jalan, dermaga, transportasi dan lainnya hingga menyiapkan atraksi dan event yang akan dijual di setiap destinasi,” sebutnya.

Ria mencontohkan Kabupaten Banyuwangi yang menurutnya merupakan ‘role model’ pariwisata Indonesia yang bisa dicontoh bagaimana semua ‘stake holder’ yang ada, dari atas ke bawah semua satu visi dan satu langkah untuk menghasilkan ‘income’ di sektor pariwisata.

Kata Ria, sektor pariwisata sangat potensial untuk dikelola karena tidak akan pernah habis, tinggal bagaimana ‘packagingnya’ agar lebih menarik untuk dijual. “Khusus tahun 2020 ini ada 20 destinasi yang kita benahi. Kita juga menggarap wisata seperti Tahura,Tangkahan dan Bukit Lawang di pesisir timur untuk model bagi wisata lain,” ucapnya.

Ria berharap khusus untuk Pulau Siba ke depan bisa dijadikan salah satu destinasi bahari kelas dunia bila semua punya komitmen sama termasuk pengelola Siba Island sendiri. “Banyak yang harus kita benahi kembali bila Pulau Siba mau kita jula sebagai wisata maritim. Tolong ini menjadi perhatian kita semua termasuk pengelola agar kita bersinergi,” jelas Ria.

⏩ Rekomendasi FGD

Dari hasil FGD ini sejumlah rekomendasi dihasilkan sebagai kesepakatan bersama, diantaranya melakukan kolaborasi, koordinasi, kemitraan dan sinergitas dalam rangka peningkatan potensi maupun peluang kemajuan kepariwisataan Pantai Timur Sumut.

Peserta FGD sepakat mendukung setiap program kegiatan pembangunan dan pengembangan kepariwisataan pantai timur Sumatera Utara.

Rekomendasi juga menyasar kepada perlunya membentuk Badan Pembangunan dan Pengembangan Kepariwisataan Pantai Timur Sumatera Utara dengan memperioritaskan sarana – prasarana penunjang meliputi, peningkatan pembangunan infrastruktur, sarana – prasarana laut di sepanjang pesisir Pantai Timur Sumut.

Selain itu menciptanya transportasi laut dan darat yang menghubungkan kabupaten/kota terciptanya SDM (Sumber Daya Manusia) pariwisata yang handal di sepanjang pantai timur Sumatera Utara.

Memprogramkan event – event pariwisata Pantai Timur dan menjadikannya Event Tetap baik tingkat provinsi maupun nasional.

Sebelumnya acara FGD ini dibuka secara resmi oleh Kabid Bina Objek dan Usaha Pariwisata Maike Ritonga diawali laporan ketua panitia Kasi Monitoring dan Evaluasi Pariwisata Simon MP Siregar S.Sos. (apo/tob)

example banner

This site is using SEO Baclinks plugin created by Locco.Ro

example banner

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed