oleh

Tebing Tinggi Kota Terkorup, Miskin dan Pengangguran Tinggi

TEBING TINGGI – Aliansi Mahasiswa Kota Tebing Tinggi (AMTT) berunjuk rasa ke kantor DPRD Tebing Tinggi di Jl.Dr Sutomo. Dalam orasinya, mereka menyoroti semangat pemberantasan korupsi di Pemko Tebing masih sangat rendah sementara tingkat pengangguran tinggi.

AMTT yang berkolaborasi dengan Rembuk Pemuda Kota Tebing Tinggi melalui Muhammad Isnan Taufik Siregar sebagai koordinator lapangan menjelaskan beberapa poin penting aspirasi yang disampaikan kepada wakil rakyat yang baru dilantik beberapa minggu lalu.

Menggunakan toa, Isnan menjelaskan bahwa semangat pembangunan nasional dan semangan pemberantasan korupsi nasional tidak sinkron dengan yang dijalankan Pemerintahan Kota (Pemko) Tebing Tinggi. Dimana, tingkat pengangguran di kota Tebing tertinggi di Sumatera Utara sebesar 9,7% pada tahun 2017.

Isu ketimpangan ekonomi juga memiliki angka buruk yang sama berdasarkan studi CEDS Padjajaran 0,39% dan itu merupakan angka tertinggi di Sumatera Utara.

Isnan selaku kordinator lapangan mwnyampaikan orasi menggunakan toa di gerbang gedung DPRD Kota Tebing Tinggi. (f:faisal)

Selain itu, sambung Isnan, pada tahun 2018 Ombudsman RI perwakilan Sumatera Utara juga menempatkan Kota Tebing Tinggi di zona merah pelayanan publik. “Artinya, pelayanan publik di kota kita ini sangat buruk dan tidak profesional. Dan itu bisa menjadi satu indikasi perilaku koruktif,” jelasnya.

Menurut Isnan, hal itu terjadi karena Walikota Tebing Tinggi diduga tidak menjalankan merit sistem dengan baik. Bahkan, tidak rahasia lagi, bahwa Walikota dalam mengelola pejabatnya selalu menempatkan keluarga atau orang dekatnya untuk menempati posisi strategis.

Dugaan perbuatan korupsi di Pemko Tebing Tinggi juga dikuatkan hasil Studi Forum Indonesia untuk Transparasi Anggaran pada tahun 2013 lalu dimana Kota Tebing Tinggi sebagai kota terkorup dengan 16 kasus korupsi.

“Dari berbagai data diatas, disimpulkan situasi dan kondisi Tebing Tinggi sedang tidak baik dan itu yang mendorong kami untuk terus berjuang melawan para koruptor yang mencoba membajak Kota Tebing Tinggi ini,” tegas Isnan kepada wartawan.

Setelah beberapa puluh menit berorasi di gerbang gedung wakil rakyat, pengunjukrasa akhirnya diterima Ketua DPRD Kota Tebing Tinggi Basyaruddin Nasution SE, didampingi dua anggota lainnya.

Mahasiswa dan perwakilan anggota dewan berdialog. Ketua DPRD menyampaikan terimakasih kepada mahasiswa. “Kami menucapkan terimakasih kepada mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasinya. Kami meminta mahasiswa untuk duduk bersama dalam membahas program-program yang akan disampaikan kepada kami. Kami anggota dewan dan adek-mahasiswa adalah sama. Kita sama-sama penerima aspirasi masyarakat serta penyambung lidah masyarakat,” jelas Basyaruddin Nasution kepada para mahasiswa.

Setelah berdialog para mahasiswa membubarkan diri dari gedung DPRD pukul 10.40 WIB. Menurut informasi yang didapat wartawan, aksi mahasiswa tersebut juga akan digelar di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara. Bahkan informasinya, selain tuntutan yang sudah mereka sampaikan, akan ada tuntutan baru yang akan mereka bentangkan di spanduk nantinya. (sal/tob)

example banner

This site is using SEO Baclinks plugin created by Locco.Ro

example banner

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed