oleh

Lagi, Ratusan Korban Sinabung Geruduk Kantor DPRD Karo

KARO – Lagi, ratusan warga Desa Sigarang-Garang, Sukanalu, Mardinding dan Dusun Lau Kawar, pengungsi akibat erupsi Gunung Sinabung menggeruduk Kantor DPRD Karo, Selasa (29/10).

Mereka meminta Pemkab Karo segera realisasikan dana sewa rumah dan sewa lahan pertanian, untuk periode Oktober 2019 hingga Oktober 2020.

Salahseorang korban yang ikut aksi, Br Sembiring, warga Desa Sukanalu mengungkapkan, uang sewa rumah dan uang sewa lahan pertanian berakhir pada Oktober 2019. Seharusnya, pengungsi mendapatkan biaya sewa rumah dan sewa lahan pertanian sebesar Rp.6.400.000 per Kepala Keluarga (KK) setiap tahunnya.

“Akhir Oktober 2019 kami belum ada terima uang sewa rumah dan uang sewa lahan pertanian. Apabila tidak ada dicairkan hingga akhir Oktober ini, terpaksa kami menggunakan uang dari kantong sendirilah. Terpaksa harus mencari hutang ke sana ke mari untuk kebutuhan uang sewa rumah dan sewa lahan. Belum lagi kebutuhan bercocok pertanian dan kebutuhan keluarga. Sehingga kami menuntut pencairan uang sewa rumah dan sewa lahan pertanian untuk Oktober 2019 hingga Oktober 2020,” ujarnya menjelaskan.

Katanya, hal ini bukanlah pertama kali mereka unjuk rasa. Pada aksi sebelumnya pejabat Pemkab Karo menjanjikan uang sewa rumah dan uang sewa lahan akan segera dicairkan.

Kepala Desa Sukanalu, Sentosa Sitepu menyebutkan warganya yang masih tinggal di rumah kontrakan berjumlah sekitar 1001 jiwa. Karena itu, katanya ia mengharapkan pihak Pemkab Karo dan BNPB segera mencairkan uang sewa rumah dan uang sewa lahan. Sebab hingga saat ini, katanya, relokasi tahap ketiga di Siosar belum dapat dipastikan apakah dapat selesai hingga akhir Desember 2019.

Selanjutnya aksi mereka kali ini sejumlah perwakilan diterima Wakil Ketua DPRD Karo Sementara, Sidharta Bukit dan sejumlah anggota dewan Dra Lusia Sukatendel, Imanuel Sembiring ST, Agra Reynold Gurning, S.DS dan Onasis Sitepu.

Sejumlah warga menunggu di luar gedung DPRD Karo, Selasa (29/10). Mereka minta Pemkab Karo segera realisasikan dana sewa rumah dan sewa lahan pertanian untuk periode Oktober 2019 hingga Oktober 2020. (foto.Daris)

 

Kepala BPBD Karo, Martin Sitepu menjelaskan pihaknya telah mengajukan surat permohonan sewa rumah dan sewa lahan bagi korban bencana erupsi Gunung Sinabung kepada Kepala BNPB tertanggal 4 Oktober 2019 dengan nomor surat 360/4110/BPBD/2019.

Ia menjelaskan terdapat tiga Desa dan 1 Dusun yang dievakuasi yaitu Desa Sigaranggarang, Desa Sukanalu, Desa Mardinding dan Dusun Lau Kawar Desa Kuta Gugung menunggu proses relokasi yang saat ini masih dalam tahap permulaan sehingga kepada warga desa yang dimaksud dilakukan penanganan kembali dengan pemberian sewa rumah dan sewa lahan melalui Dana Siap Pakai (DSP) di BNPB.

Hal ini dikarenakan, katanya, sewa rumah dan sewa lahan yang mereka terima akan berakhir pada periode Oktober 2019. “Keterlambatan pengajuan permohonan ke BNPB karena terlambatnya data dari tingkat desa. Selesai data dari tingkat desa yang berhak menerima uang sewa rumah dan lahan diteruskan pengajuan permohonan ke BNPB,”ungkapnya.

Ia merincikan data penerima sewa rumah dan sewa lahan telah diverifikasi dengan rincian warga Desa Sigaranggarang (452 KK) diberikan sewa rumah dan sewa lahan setahun.

Desa Sukanalu (363 KK) diberikan sewa rumah dan sewa lahan setahun. Dusun Lau Kawar Desa Kuta Gugung (48 KK) diberikan sewa rumah dan sewa lahan setahun. Dan Desa Mardinding (285 KK) dengan rincian 212 KK diberikan sewa rumah dan sewa lahan setahun dan 73 KK diberikan sewa lahan setahun.

Lebih lanjut dikatakan adapun besar anggaran untuk sewa rumah dan sewa lahan adalah sewa lahan Rp 2.200.000 x 1148 KK sebesar Rp 2.525.600.000. Sewa rumah Rp 4.200.000 x 1075 KK sebesar Rp 4.515.000.000 dan total kebutuhan anggaran senilai Rp 7.040.6000.000.

“Kita sudah koordinasi langsung ke BNPB tertanggal 24 Oktober 2019 yang dilaksanakan oleh perwakilan BPBD dan didampingi langsung pihak BNPB Kolonel Yufti Senjaya terkait sewa rumah dan sewa lahan. Dan sesuai jawaban pihak BNPB akan diproses sesuai mekanisme,” pungkasnya.
Setelah mendapat penjelasan tersebut para warga membubarkan diri dengan tertib. (ris/tob)

example banner

This site is using SEO Baclinks plugin created by Locco.Ro

example banner

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed