oleh

MENILIK DUGAAN PERMAINAN BIDANG SDA PUPR TEBINGTINGGI  (BAG 1)

⏩⏩ Memonopoli Pelaksanaan Proyek

TEBINGTINGGI – Indikasi tindakan korupstif di Bidang SDA Dinas PUPR Tebingtinggi mencuat. Lemahnya pengawasan tim TP4D terhadap operator pelaksana proyek, menjadi celah pejabat kuasa pengguna anggaran (KPA) meraup keuntungan pribadi dan golongan.

Seperti diungkap narasumber terpercaya POSMETRO MEDAN, Sabtu (28/9/2019) kemarin, selain lemahnya pengawasan tim TP4D, tidak diikutsertakannya stake holder penerima hasil pekerjaan secara proporsional dalam proses input maupun output, semakin memuluskan prilaku koruptif dimaksud.

“Sepanjang sepengetahuan saya, proses perencanaan, pembuatan RAB serta pengawasan proyek SPAM secara proporsional harus melibatkan pihak stake holder penerima hasil pekerjaan. Tujuannya agar aspek efektivitas serta efisiensi penggunaan anggaran sebanding dengan hasil yang akan dicapai. Faktanya, pihak operator mengabaikan hal ini. Dan jika melihat realisasi dari hasil pelaksanaan proyek dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, dugaan operator melakukan tindakan koruptif dapat dirasakan dan dilihat dari berbagai fakta serta kejanggalan yang menyertai proses pelaksanaannya,” buka narasumber.

Disampaikan, orang paling berperan besar dan berketerkaitan dalam hal ini yakni Kabid SDA PUPR, Suhendra ST,MSi selaku pejabat kuasa pengguna anggaran (KPA).

Lanjutnya, secara kasat mata Suhendra diduga telah melakukan tindakan dan prilaku koruptif dengan modus mengintervensi, mengarahkan dan memonopoli proses pelaksanaan proyek dari awal hingga akhir.

Salah satu fakta dapat dilihat dari rekam jejak digital laman situs LPSE Kota Tebingtinggi. Dimana, ada kejanggalan peserta lelang dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

Pengerjaannya didominasi oleh perusahaan konstruksi yang sama. Pemenang lelang juga didominasi oleh perusahaan yang sama pula. Disyaki untuk mengelabui pihak terkait dan masyarakat, tiap tahun dilakukan rotasi nama perusahan pada judul paket lelang yang dimenangkan.

Seolah ingin meraup keuntungan lebih banyak, penggunaan jenis produk pipa juga sesuai arahannya. Dan jika dilakukan uji teknis, kualitas produk berdasarkan arahan dimaksud, poinnya dibawah standar yang diinginkan pihak stake holder penerima hasil pekerjaan.

Sebagai contoh, proyek SPAM tahun anggaran 2019 di Kelurahan Tambangan. Seperti apa indikasi ‘permainannya’? Baca edisi besok, Selasa (1/10/2019).(sal/ras)

example banner

This site is using SEO Baclinks plugin created by Locco.Ro

example banner

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed