oleh

Kepsek SMA N 1 Tiganderket Diduga Selewengkan Dana BOS,  Ratusan Siswa Demo di Sekolah

⏩ Ditanya Kutipan Rp500 Ribu Per Siswa, Jasua Surbakti Pucat

⏩ Dinas Pendidikan Provsu, Diminta Periksa Jasua Surbakti

KARO – Memalukan. Ratusan siswa SMA Negeri 1 Tiga Nderket mendemo pihak sekolah soal transparansi dana BOS.

Mereka juga meminta perbaikan fasilitas sekolah yang rusak dan mengganggu kegiatan belajar yang terletak Jl.Pendidikan, Desa Tiga Nderket, Kec.Tiga Nderket, Senin (16/09) pukul 11.00 WIB.

Keterangan dihimpun wartawan, sejak pagi ratusan siswa dari kelas X, XI dan XII sudah berkumpul di lapangan sekolah. Dengan membawa spanduk dan kertas, para siswa meminta kepada Kepala Sekolah Jasua Surbakti, untuk menjelaskan penggunaan Dana BOS yang diduga diselewengkan.

Selain dana BOS, siswa juga meminta pihak sekolah untuk memperbaiki fasilitas sekolah yang sudah lama rusak, seperti atap ruang sekolah jebol, jendela pecah, pembatas ruangan yang hanya menggunakan karton serta dan kamar mandi yang tidak layak.

Salah seorang siswa, Replita br Ginting (16), mengatakan kalau selama dua tahun belajar di sekolah tersebut, fasilitasnya belum ada diperbaiki.

“Aku sudah 2 tahun disini bang, tapi sejak masuk sampe sekarang atap jebol, kaca pecah, kamar mandi, masih rusak bang gak diperbaiki. Jadi kemana ini dana BOS nya? Kami minta kejelasan dan transparan soal dana bos itu, kemana ditujukan,” terangnya.

Lanjutnya, dia mengaku kalau buku pelajaran di perpustakaan yang sangat sedikit yang menyusahkan siswa ketika hendak menyelesaikan tugas sekolah.

“Buku kami juga gak ada di perpustakaan. Kalau kami mau cari referensi buku itu gak ad dan kurang,” kesal siswi kelas XI ini.

Dirinya menjelaskan kalau seluruh siswa baru selalu dimintai uang sebesar Rp.500 ribu, dengan alasan untuk membangun jalan gang menuju sekolah yang rusak.

“Diawal kami dkutip uang Rp.500 ribu, katanya mau diperbaiki gang jalan ke sekolah karena rusak. Tapi sampe sekarang udah 2 tahun, masih juga belum diperbaiki,” tambahnya.

Para siswa pun berharap kepada pihak sekolah, khususnya Kepala Sekolah untuk menjelaskan perihal transparansi dana BOS yang masuk ke sekolah. Dan berharap agar fasilitas di sekolah untuk kepentingan kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Aksi demo itu membuat aktifitas belajar mengajar lumpuh total satu harian. Karena para siswa tidak mau kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar. Bahkan siswa sempat anarkis, ruangan sekolah dirusak. Bangku serta kaca dirusak oleh siswa yang kesal karena tidak adanya kejelasan dari Kepala Sekolah mengenai kejelasan soal transparansi dana BOS. “Kami mau kejelasan soal dana BOS, transparansi dana BOS,” teriak siswa.

Pihak kepolisian dari Sektor Tiga Nderket dan Koramil 05 Payung bersama Camat Tiganderket Sukur Brahmana yang mengetahui kejadian tersebut langsung turun ke lokasi untuk mengamankan dan mengkondusifkan situasi. Bahkan sempat terjadi kejar-kejaran antara petugas dengan siswa yang hendak merusak fasilitas sekolah.

Alhasil perwakilan siswa pun maju kedepan untuk menyuarakan aspirasinya dihadapan Kepala Sekolah dan sejumlah pengurus Komite sekolah.
Menurut Kepala Sekolah, Jasua Surbakti, mengaku, “Kalau dana BOS tidak bisa digunakan untuk keperluan fasilitas sekolah,” ujarnya. Dan di waktu yang sama ratusan murid serentak berteriak “Hhooooo”

Saat ditanyai mengenai soal adanya pengutipan uang Rp500 ribu untuk alasan perbaikan jalan gang, menuju sekolah dan pengutipan uang komite Rp 50 ribu, dia berkhilah kalau tidak ada kutipan tersebut.
“Enggak ada itu, gak ada dikutip,” khilahnya yang terlihat gugup saat dicecar pertanyaan.

Begitu juga saat ditanyai mengenai alokasi dana BOS untuk keperluan buku para siswa, dirinya mengaku kalau dari dana BOS per siswa mendapat Rp1,4 juta yang digunakan untuk keperluan operasional sekolah. Dan juga untuk alokasi dana BOS untuk pembelian buku sebesar 20 persen.

“Itu ada alokasi dana 20 persen dari 500 juta lebih untuk alokasi buku, tapi itu gak bisa langsung harus bertahap,” khilahnya kembali, yang saat ditanyai kemana lagi dana BOS selebihnya, dan mengaku kalau untuk operasional sekolah.
“Kalau sisanya ada di buku, lupa saya kemana lagi, tapi untuk operasional sekolah,” ujarnya.

Untuk menjaga kondusif keamanan, para guru pun memulangkan siswa lebih cepat, sementara Kepala Sekolah terlihat tengah berkoordinasi dengan pihak komite, Kapolsek Tiganderket, Camat Tiganderket dan beberapa orang guru di ruangan Kantor Kepala Sekolah.

Mobil wartawan yang dirusak Orang Tak Dikenal (OTK) saat aksi demo ratusan siswa.

⏩ Mobil Wartawan Diduga Dirusak oleh OTK

Usai liputan aksi demo siswa SMAN 1 Tiganderket, saat wartawan hendak pulang, terlihat mobil milik salah seorang wartawan rusak dibagian bempernya.

Padahal saat itu posisi mobil berada di dalam halaman sekolah bersamaan parkir dengan kendaraan lain. Namun terlihat hanya mobil milik wartawan tersebut yang dirusak.

Kejadian ini diduga adanya pihak yang tidak senang dengan kedatangan wartawan yang meliput aksi tersebut.

Terlihat bemper bagian depan yang sudah jatuh tampak bekas sengaja dirusak OTK. Lantas kejadian ini pun langsung diberitahukan kepada pihak sekolah. Namun tidak ada seorang pun yang mengetahuinya. (nic/ris)

example banner

This site is using SEO Baclinks plugin created by Locco.Ro

example banner

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed