oleh

Serapan Dana Kelurahan Tebing Tinggi Rp.17,5 M Diduga Sarat Korupsi

example banner

TEBING TINGGI – Penyerapan anggaran Dana Kelurahan se Kota Tebingtinggi Rp.17,5 miliar yang jatuh tempo 31 Juli 2019 lalu, amburadul dan menyisakan berbagai permasalahan baru.

Amatan POSMETRO MEDAN di lapangan juga informasi dari warga, fakta baru bahwa pekerjaan jalan setapak dan jaringan parit hingga kini ternyata belum selesai 100 persen. Bahkan masih ada beberapa lokasi hanya terlihat papan malnya saja.

Padahal pembayaran proyek tersebut sudah dilakukan pihak Pemko ke pihak ketiga (pemborong).

Seperti di Lingkungan I,II, dan III, Kel.Lalang, Kec.Rambutan, bahwa pekerjaan sama sekali belum dilaksanakan. Kondisi ini hampir sama dengan yang terjadi di kelurahan lain. Terkait hal itu, wartawan Koran ini mengkonfirmasi kepada Camat Rambutan, M Hasbie Asshiddiqie S.Ag.

Sayang beliau tidak berada di tempat, menurut stafnya sedang rapat di kantor Walikota Tebing Tinggi.

Lantaran Camat tidak berada di tempat konfirmasi diwakili Sekretaris Camat, Marwansyah Harahap, kepada Koran ini menjelaskan bahwa pekerjaan dana kelurahan di Kecamatan Rambutan telah dilaksanakan pengerjaannya pertengahan Juli 2019.

Menurutnya, saat ini sudah 27 persen dari keseluruhan jumlah pekerjaan dana kelurahan telah dicairkan dan sisanya masih dalam tahap pengerjaan.

“Pembagian paket pekerjaan menurut petunjuk teknis (juknis) dilakukan Lurah sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Setelah melalui proses di tingkat perangkat kelurahan, yang terdiri LPM, tokoh masyarakat melalui Musrenbang dan mereka juga yang menentukan titik pekerjaan dan kontraktornya. Kami hanya menerima laporan saja,” terangnya, Selasa (6/8).

Soal pekerjaan yang belum dilaksanakan, menurut Sekcam itu tugas lurah sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). “Mereka yang berhubungan langsung dengan kontraktor jadi mereka yang tahu pasti kenapa pekerjaan itu belum dilaksanakan, “ ujarnya.

Marwansyah juga bercerita tentang keluhan salah satu lurah yang mengatakan telah berulangkali menghubungi kontraktor yang belum mengerjakan proyeknya. Namun hingga saat ini belum ada kepastian kapan mereka mengerjakannya. Padahal berdasarkan peraturan atau regulasi yang baru, diberi waktu sampai tanggal 16 Agustus 2019.

Juknis yang menjadi acuan serapan Dana Kelurahan Kota Tebing Tinggi dalam prakteknya terjadi perbedaan. Menurut Sekcam Rambutan, di kecamatan yang menjadi wilayahnya terdiri dari tujuh kelurahan, pekerjaan infrastruktur seperti jalan setapak dan drainase, sejak awal Juli sudah dikerjakan dengan rentang waktu yang cukup sempit. Sehingga ia menilai wajar dalam pekerjaan tersebut terdesak dengan waktu sehingga terkesan mengejar kuantitas.

“Kami terima laporan kemudian pekerjaan yang sudah selesai dibayarkan melalui prosedur atau juknis yang ada,” ujarnya.

Disinggung pentingnya peran masyarakat sesuai Permendagri 130 Tahun 2018, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) sebagai pelaksana pekerjaan namun karena LPM dianggap kurang mampu sebagai pelaksana, maka dihunjuklah kontraktor sebagai pelaksana. “Mungkin kedepan arahnya kesana”, bebernya.

Kejanggalan dalam proses pelaksanaan pengerjaan dana kelurahan di Kecamatan Rambutaan ini menimbulkan tanda tanya ada apa dibalik semua prosesnya.

Seperti diungkapkan warga inisial SN (50), mengatakan kepada awak Koran ini bahwa dana kelurahan ini dilaksanakan dengan terburu-buru dan dapat dipastikan hanya mengejar penyerapan anggaranya saja tanpa mementingkan kualitas pekerjaan, aroma KKN nya sangat kentara.

“Coba kalian lihat pekerjaan parit ini hanya dicuci saja dan di plank proyek juga tidak dicantumkan jangka waktu pelaksanaan. Malah yang tercantum proyek ini didampingi Tim TP4D. Apakah TP4D mau bertanggung jawab jika proyek ini dikemudian hari tidak sesuai spesifikasi teknis,” cetusnya.

Rawannya penggunaan Dana Kelurahan ini dari sisi pertangungjawaban dibuktikan dengan mundurnya dua Lurah dari jabatannya, karena tidak sanggup mengemban beban yang salah langkah bisa membuat mereka berurusan dengan penegak hukum.

Informasinya, dua lurah itu mundur dan lempar handuk ketika Dana Kelurahan mulai diluncurkan awal bulan April 2019 kemarin. Posisinya digantikan mereka yang sanggup dengan segala konsekuensinya. (war/sal)

example banner

This site is using SEO Baclinks plugin created by Locco.Ro

example banner

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed