oleh

Setelah 2 Tahun, Akhirnya Pam Simas III Desa Lingga Muda Berfungsi

>>Warga Apresiasi Upaya Konsultan dan Fasilitator Pemkab Karo

KARO – Setelah ditunggu selama 2 tahun, program Pam Simas III di Lingga Muda, Kec.Lau Baleng akhirnya berfungsi. Kini masyarakat setempat sudah menikmati air bersih program pemerintah pusat tersebut.

 Hal itu dikatakan Darta M Bangun selaku koordinator konsultan Pam Simas III. Menurutnya, lancarnya program air bersih itu juga harus ikut peran serta masyarakat setempat. Jadi lambannya satu program Pam Simas berfungsi, tidak serta merta kesalahan di pihak konsultan.

 Seperti diketahui, beberapa waktu lalu ada beberapa desa yang mengeluh karena program Pam Simas III di desa mereka, belum berfunsi. Seperti Desa Tanjung Barus, Kec.Barusjahe T.A 2018, Desa Lingga Muda,Kec.Lau Baleng T.A 2017, Desa Penampen, Kec.Tiga Nderket T.A 2017 dan Desa Suka Julu,Kec.Barusjahe.

 Posmetro Medan yang mendapat keluhan warga, coba mengkonfirmasi ke pihak konsultan. Melalui koordinator konsultan Darta M Bangun mengaku akan membenahi satu persatu.

 “Kita akan benahi kembali secara perlahan satu persatu desa yang belum berfungsi seutuhnya. Memang kita akui, disitu ada andil kesalahan kami, tapi sepenuhnya bukanlah kesalahan di kami juga. Masyarakat juga harus sama-sama ikut menjaga, karena untuk kita ketahui banyak sekali sebenarnya kendala kami di lapangan, bila masyarakat itu sendiri tidak memahami sepenuhnya. SehingGa  kendala ini sebenarnya bukan hanya di Kabupaten kita, ini tapi di kabupaten lain juga banyak mengalami kendala yang sama, bahkan lebih parah,” jelasnya.

 Darta M Bangun sembari menjelaskan, bahwa hal itu menjadi tanggungjawab mereka, selaku konsultan di Kabupaten Karo. “Namun perlu diketahui, bahwa di beberapa desa lain sudah bisa menikmati manfaat dari program ini. Seperti Desa Sukarame, Kec.Munthe, Desa Bintang Meriah, kec.Kutabuluh dan desa lainnya,” tambah Darta.

 Dikatakan Darta M Bangun, Desa Lingga Muda Kecamatan Lau Baleng salah satu desa di Karo yang mendapat program Pamsimas tahun 2017. Dimana pada akhir 2017 SPAMS (sumur bor) yang terbangun telah berfungsi sebagaimana mestinya. Namun seiring berjalannya waktu beberapa bulan berjalan, sumur bor tersebut tidak berfungsi lagi sebagaimana mestinya.

 Setelah dilakukan koordinasi dengan Bappeda, Dinas Perkim, kepala desa dan perangkat maupun BPD, jalan satu-satunya dilakukan kembali pengeboran. Dimana sampai saat ini sumur bor telah berfungsi dan air telah ditampung ke reservoar.

 Berdasarkan Juknis Pamsimas, setiap desa harus dibentuk yang namanya Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) yang didalamnya termasuk Satuan Pelaksana (Satlak) dan di SK kan oleh Kepala Desa.

 “Perlu kami sampaikan lagi bahwa keberadaan konsultan pendamping adalah mendampingi KKM/Satlak dalam pelaksanaan program sampai dengan selesai (serah terima),” kata Bangun.

  Untuk memelihara sarana dan prasarana yang terbangun, setiap desa dibentuk dan di SK kan oleh kepala desa yang namanya Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (KPSPAMS). Dimana KPSPAMS akan mengutip iuran kepada masyarakat, yang besaran iuran adalah kesepakatan masyarakat dan iuran tersebut akan digunakan untuk biaya operasional dan honor KPSPAMS. (nal/tob)

example banner

This site is using SEO Baclinks plugin created by Locco.Ro

example banner

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed