oleh

Sat Intelkam Polres Tanjungbalai Gagalkan Penyeludupan 8 KG Sabu

TANJUNGBALAI – Terbukti membawa Narkotika bukan tanaman jenis shabu-shabu sebanyak 8.000 gram (8 kilogram), Munawir alias Nawir (30), seorang tenaga kerja (TKI) ilegal atau tanpa dokumen resmi terpaksa diamankan di Markas Komando (Mako) Polres Tanjungbalai.

Munawir alias Nawir (30), warga Dusun Tumpok Tengah, Desa Paloh Mampre, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara, Propinsi NAD ini ditangkap dari tangkahan swasta milik Halim, di Jalan Garuda, Lingkungan II, Kelurahan Beting Kuala Kapias, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai pada hari Rabu, 24 Juli 2019, sekitar pkl 17.00 WIB.

“Awalnya personil Sat Intelkam mendapat informasi tentang adanya beberapa orang TKI Illegal yg akan memasuki wilayah Tanjungbalai dari Negara Malaysia yang diduga membawa Narkotika jenis shabu-shabu. Selanjutnya, personel Sat Intelkam Polres Tanjungbalai melakukan penyelidikan dan menemukan 1 (satu) buah kapal tanpa nama sedang bersandar dan menurunkan TKI ilegal di tangkahan swasta milik Halim di Jalan Garuda, Lingkungan II, Kelurahan Beting Kuala Kapias, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai.

Kemudian, seluruh TKI Ilegal, ada sebanyak 43 orang, serta tekong kapal langsir atas nama Awaluddin (40), warga Jalan Masjid, Kelurahan Kuala Silau Bestari, Kecamatan Tanjungbalai Utara, Kota Tanjungbalai, diamankan ke ruang Sat Intelkam Polres Tanjungbalai guna dilakukan pemeriksaan badan dan barang bawaan. Dari hasil pemeriksaan tersebut, ditemukanlah satu tas milik dari salah seorang TKI ilegal atas nama Munawir alias Nawir (30) berisikan 6 (enam) bungkus kemasan Milo dan 2 (dua) bungkus kemasan yang di lakban warna merah yang diduga berisikan Narkotika jenis shabu-shabu”, ujar Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai, SH, SIK, MM dalam acara konfrensi pers di Polres Tanjungbalai, Kamis (25/7).

Masih Irfan Rifai, pihaknya kemudian melakukan pemeriksaan awal terhadap barang bukti berupa test kit urine, ternyata hasilnya positif mengandung Methamfethamine. Kepada petugas, lanjut Irfan Rifai, Munawir alias Nawir (30) mengaku, bahwa tas yang berisi diduga shabu-shabu tersebut adalah titipan dari seorang laki-laki di Malaysia berinisial CM untuk dibawa ke Kota Tanjungbalai dan diserahkan kepada seseorang dengan upah sebesar Rp5 juta.

“Setelah barang tersebut diserahkan tersangka kepada seseorang yang akan datang menjemput setibanya di Kota Tanjungbalai, saat itulah tersangka akan menerima upahnya sebesar Rp 5 juta itu. Namun, upah belum diterima, tersangka bersama dengan teman-temannya sudah keburu tertangkap personil Sat Intelkam Polres Tanjungbalai”, imbuh Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai, SH, SIK, MM.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya itu, tersangka Munawir alias Nawir (30) dan Awaluddin (40) selaku tekong kapal akhirnya diamankan di Mako Polres Tanjungbalai.Termasuk barang buktinya berupa 8 (delapan) bungkus plastik berisi diduga narkotika jenis shabu, dengan rincian 2 (dua) bungkus plastik dibalut dengan lakban warna merah dan 6 (enam) bungkus plastik kemasan merk Milo dengan berat kotor total sekitar 8.000 (delapan ribu) gram, 1 (satu) buah tas ransel warna hitam, 1 (satu) unit handphone merk Oppo, 1 (satu) buah passport atas nama Munawir alias Nawir.

Sementara, 42 (empat puluh dua) orang TKI ilegal lainnya terdiri dari 31 orang laki-laki, 11 orang perempuan dan 1 orang balita telah dilimpahkan ke Kantor Imigrasi Kota Tanjungbalai. Turut hadir dalam acara konfrensi pers tersebut antara lain Sat Intelkam, Sat Res Narkoba, Sat Reskrim, Sat Polairud dan Kasubbag Pers Polres Tanjungbalai. (ign/pm)

example banner

This site is using SEO Baclinks plugin created by Locco.Ro

example banner

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed