oleh

Proyek Dana Kelurahan Pemko Tebingtinggi Rp.17,5 Miliar Dipertanyakan

-DISTRIK-10.093 views

TEBING TINGGI – Pekerjaan dan penunjukan perusahaan yang mengerjakan Dana Kelurahan Pemko Tebing Tinggi senilai Rp.17.5 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) APBN dan APBD tahun 2019 dipertanyakan.

Pasalnya, anggaran miliaran rupiah itu, diduga jadi ajang korupsi para camat. Informasi yang diperoleh koran ini bahwa diketahui setiap kelurahan memperoleh kucuran dana sebesar Rp.500 Juta, untuk 35 kelurahan dari 5 kecamatan se-Kota Tebingtinggi.

Sejumlah pihak dan organisasi masyarakat menuding penyelewengan dana itu. Menurut sumber dari sisi waktu pekerjaan infrastruktur pembuatan jalan setapak (rabbat beton) dan saluran parit dikerjakan dengan waktu yang sangat singkat.

“Pekerjaan ini kita duga tidak sesuai dengan kualitas yang ada di kontrak kerja. Rentang waktu yang cukup cepat dan ini dapat mengakibatkan berkurangnya kualitas infrastruktur,” ujar Pendi (42) warga Kelurahan Brohol, Kec. Bajenis yang ditemui koran ini, Senin (29/7).

Amatan koran ini di lapangan, kondisi infrastruktur jalan setapak (rabbat beton) di Jalan Asam, dan parit di Jalan LKMD I, Kel. Brohol masih dalam pekerjaan, namun tidak terlihat plank pekerjaan tersebut.

Sehingga menimbulkan pertanyaan warga yang berdomisili di wilayah tersebut. Lantaran tidak transparannya menimbulkan pelbagai asumsi kepada pihak Pemko Tebinggi dan jajarannya.

Untuk mengetahui pekerjaan infrastruktur Dana Kelurahan Pemko Tebingtinggi, kru koran ini berupaya melakukan konfirmasi kepada Lurah Brohol, namun melalui stafnya diketahui Pak Lurah tidak berada di kantor .”Bapak lagi rapat di kecamatan,” ujar salah seorang staf kepada POSMETRO MEDAN.

Seperti yang diwartakan koran ini sebelumnya, bahwa salah satu Organisasi kemasyarakatan (Ormas) mengatakan bahwa para camat meminta uang kewajiban sebesar 25% pada calon kontraktor agar mendapatkan proyek di kelurahan.

Disebutkan selain membayar uang kewajiban, kontraktor yang dihunjuk juga berdasarkan kedekatan, tujuannya agar para kontraktor tidak buka suara terhadap permainan kotor itu.
Sebelumnya, ketika awak koran ini mendatangi Lurah Brohol Safrial di kantornya, Selasa (16/07), mengatakan, “Sudah ada daftar kontraktor yang mengerjakan proyek di Kelurahan kami dan titik pekerjaannya juga sudah diatur oleh Camat,” sambil memperlihatkan selembar kertas catatan.

Ketika wartawan menayakan siapa saja kontraktor yang dipilih dan dimana saja titik proyeknya, Safrial kembali menjawab, “Seperti proyek jalan setapak di Gang Asem sepanjang 250 meter, itu dikerjakan Camat Rambutan. Untuk Kelurahan kami paket pekerjaan itu nilainya yang paling besar pagunya diatas Rp.100 Juta”, ujarnya.

Selanjutnya, wartawan koran ini menyakan tentang proses kontraktor yang mendapatkan proyek.Lagi-lagi Safrial memberi penjelasan secara jujur dan mencengangkan.

“Semua itu sudah diatur camat melalui staf kecamatan, Ibu Dame dan Direktur teknis (Dirtek) Hatta. Kami hanya menerima arahan saja. Jika bapak ingin lebih jelasnya, silahkan datang ke Kantor Camat saja”, bebernya. (sal/war)

example banner

This site is using SEO Baclinks plugin created by Locco.Ro

example banner

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed