oleh

Parbetor Amplas Bawa Kabur Cewek Sunggal, Selang Sehari Pelaku Diringkus Pegasus 

MEDAN –  Sehari buron, usai nekat membawa kabur dan mencoba memperkosa korbannya, Putra (36) warga Jalan Bajak II, Kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas, kini harus mendekam dibalik jeruji besi.

 Pasalnya, pria yang sehari-hari bekerja sebagai penarik becak bermotor (betor) ini diciduk tim pegasus Polsek Patumbak sesaat usai mengantar penumpangnya di kawasan Jalan SM Raja, Kecamatan Medan Amplas, Senin (15/7) malam.

 Informasi yang dihimpun, aksi bejat tersangka terjadi, Sabtu (13/7) kemarin. Kejadian bermula saat korbannya, Mona boru Sianturi (28) baru turun dari bus KUPJ di kawasan Jalan SM Raja, Kecamatan Medan Amplas, usai berkunjung dari kediaman tantenya di Gunung Tua.

 Tak lama berselang, korban yang lagi menunggu angkutan umum (angkot) tiba-tiba ditarik paksa tersangka ke dalam betornya serta membekap mulutnya agar tidak berteriak dan mengundang perhatian warga.

 “Sepanjang jalan anak saya berteriak dan melawan. Disitu anak saya sempat dipukul tersangka menggunakan rantainya dan dibawa keliling-keliling,” cerita ibu kandung korban, Rimah boru Aritonang (55).

 Dijelaskan wanita yang menetap di Jalan Tanjung Selamat Gg Nusantara, Kecamatan Sunggal ini, meski anaknya melawan, tersangka tetap membawa paksa anaknya hingga sampai didaerah pinggir sungai di Jalan Bajak III, Kecamatan Medan Amplas, guna diperkosa.

 “Karena mau diperkosa, anak saya melawan terus hingga mengundang perhatian warga di sekitar lokasi. Selanjutnya warga menyelamatkan anak saya dan menghubungi kami untuk menjemputnya,” terang Rimah.

 Lanjutnya, usai menjemput korban, dirinya bersama keluarganya pun langsung membuat laporan resmi ke Polsek Patumbak.

 “Jadi karena kami penasaran, tadi (Senin) kami naik mobil datang lagi ke lokasi mencari dia (tersangka). Dan disana kami melihat dia lagi duduk-duduk. Selanjutnya anak saya menyamar menjadi penumpang sembari menghubungi polisi,” ungkap wanita berambut pendek ini.

 Ditambahkan Rimah, sesampainya dipool bus Batang Pane, dirinya bersama petugas Patumbak langsung mengamankan tersangka beserta betornya.

 “Akibat kejadian itu, anak saya jadi trauma dan depresi. Dan dari keterangan warga tempat tersangka tinggal, tersangka memang dikenal jahat dan bandal. Oleh sebab itu kami berharap dia dihukum sepantasnya dan semua kami serahkan pada hukum,” pungkas Rimah. (mad/bdh)

example banner

This site is using SEO Baclinks plugin created by Locco.Ro

example banner

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed