oleh

Cewek Diboceng PIL, Pelajar dan Mahasiswa Kompak Bunuh Afdillah

MEDAN- Kasus penganiayaan yang mengakibatkan melayangnya nyawa Afdillah (17) warga Jalan Starban, Kecamatan Medan Polonia di Jalan Gajah Mada, Minggu (14/7) malam akhirnya terungkap.

Kedua pelaku berhasil ditangkap yakni. Yakil Yukola (17) warga Jalan M Yakub dan Fahrul (19) warga Perjuangan Perum Indah Permai, Kota Pinang. Sedangkan 3 pelaku lainnya masih dalam pengejaran. Keduanya tercatat sebagai pelajar SMA dan mahasiswa di Medan.

Belakangan diketahui, pelaku tidak hanya membunuh korban tapi juga merampok 1 unit sepeda motor Honda Scoopy BK 6470 AID yang dikendarai korban.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto menjelaskan peristiwa pembunuhan ini terjadi Minggu (7/7) dinihari di Jalan Gajah Mada Medan. Adapun motif pembunuhan ini diduga korban cemburu dengan teman wanitanya yang jalan dengan Pria Idaman Lain (PIL).

“Awalnya korban dan teman dekatnya (seorang wanita) bernama Dipo, Diva Nasution, berkomunikasi dan berjumpa di warkop Jalan Sei Bahorok,” ujarnya didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira dan Kapolsek Medan Baru Kompol Martuasah Tobing, Senin (15/7).

Saat berjumpa dengan korban, Dipo diantarkan menaiki mobil Avanza di dalamnya ada beberapa orang pria yang merupakan pelaku pembunuhan.
Diduga korban cemburu lantaran teman wanitanya bersama dengan pria lain di dalam mobil, seketika mengamuk. Dadang mengatakan korban lalu menjumpai para pelaku di mobil, cekcok pun tak terhindarkan.

“Karena tidak enak ribut dengan pemilik warkop, korban dan pelaku lalu pindah ke Jalan Gajah Mada,” ujar Dadang.

Nah, di Jalan Gajah Mada perseteruan kian memanas. Pelaku Yakil Yukola yang tidak senang ditantang korban lantas mengeluarkan sebilah pisau dan menikam korban sebanyak tiga liang di tubuhnya.

“Pelaku Fahrul lalu mengambil sepeda motor korban, jadi selain pembunuhan juga perampokan,” jelasnya.

Akibat perbuatannya kedua tersangka dijerat dengan Pasal 338, 365 KUHPidana dengan ancaman hukuman 15 tahun kurungan penjara. “Masih ada 3 pelaku yang diburon,” tandasnya.

Fahrul mengaku usai peristiwa pembunuhan itu, ia melarikan diri ke Surabaya. Namun karena terus dihantui rasa ketakutan, ia kembali ke Pekanbaru ke rumah orangtuanya sekaligus mengantarkannya ke Polsek Medan Baru.

“Saya lari ke Surabaya dan orangtuaku yang mengantar saya ke Medan,” ujarnya. (sor/bdh)

example banner

This site is using SEO Baclinks plugin created by Locco.Ro

example banner

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed