oleh

Bertahun, Kabanjahe Krisis Air Bersih 1 Hari Hanya 2 X Mengalir ke Rumah

-DISTRIK-10.077 views

KARO – Hingga kini persoalan air bersih yang disalurkan PDAM di Kota Kabanjahe, tidak beres. Air tidak pernah penuh di bak penampungan rumah warga. Salahsatu penyebabnya karena banyak pipa bocor, tapi tidak perbaiki pihak PDAM Tirta Malem.

Keluhan-keluhan itu banyak diutarakan masyarakat Kabanjahe di laman jejaring sosial mereka.

Seperti Jupiter Purba warga Gg.Kalihara, samping Polres Tanah Karo, beberapa waktu lalu di media sosialnya mengatakan, “air di gg kami sebenarnya cukup untuk mengairi tiap rumah, walau secukupnya saja. Hanya saja ada pipa yang bocor bahkan banyak kebocoran pipa disini, sehingga ketika air masuk melalui pipa habis-habis di perjalanan. Seperti salah satu parit tempat saluran pipa ke rumah warga di Gg ini, terlihat parit itu banjir akibat kebocoran ketika air sedang jalan, tulis Jupiter.

“Saya mendengar banyak warga Kabanjahe yang mengeluh air hanya hidup sekali seminggu dari PDAM Tirta Malem Kabanjahe. ada yang bilang hanya dua hari sekali, yang artinya walau sudah berlangganan dengan PDAM tersebut belum memenuhi kebutuhan para pelanggan. Dan yang saya lihat banyak pipa bocor di Kabanjahe ini bukan di gang kami saja. Wajar saja sudah bocor karena pipanya menggunakan besi, dan kita paham kekuatan besi yang setiap hari di lalui air punya limit. Maka mengecek pipa yang bocor di setiap saluran air menuju tempat penampungan warga, perlu diperhatikan pihak PDAM Tirta Malem. Karena hal tersebut saya rasa pasti efektif untuk mengatasi ke kurangan air warga Kabanjahe,” jelas Jupiter.

Dari Jl.Sudirman, Kel.Gung Leto, Anugrah Kacaribu arga disana juga mengeluhkan hal yang sama. Katanya jadwal hidup air ke bak penampungan hanya dua hari sekali. “Kenapa Kota Kabanjahe yang dikelilingi air, tapi warganya tidak bisa menikmati air bersih yang mencukupi. Padahal penggunaan air saya sudah sangat irit tapi tetap tidak cukup,” katanya.

Hal sama juga dikatakan Sam Nangin Fundation, warga Jl.Veteran. “Saya sangat menyayangkan kinerja pihak pengelola PDAM Tirta Malem yang sudah berpuluh tahun tidak bisa menyelesaikan masalah layanan public yang vital, yaitu layanan air bersih. Kita katakan lah pihak PDAM Tirta Malem tidak punya anggaran, saya rasa alasan ini kurang masuk akal. Seandainya pun ini benar adanya, tapi saya rasa kalau hanya untuk perbaikan pipa bocor itu bukan alasan yang pas. Menurut saya secara pribadi masalah ini tidak di prioritaskan pihak executive dan legeslatif. Padahal air bersih merupakan salah satu layanan masyarakat yang sangat vital. Jika executive dan legeslatif menjadikan program penanganan air bersih ‘interst pipa bocor’, maka sudah pasti hal tersebut bisa ditangani. Maka bila ini bisa di lakukan penanganan tersebut, rakyat tentu bangga terhadap anggota DPRD dan bangga terhadap pemerintahannya,” keluh Sam panjang lebar, kemarin (29/07 ). (nal//tob)

example banner

This site is using SEO Baclinks plugin created by Locco.Ro

example banner

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed