oleh

17,5 Miliar Dana Kelurahan Pemko Tebingtinggi Diduga Ajang Korupsi Camat

-DISTRIK-12.743 views

TEBINGTINGGI – Pemko Tebingtinggi mengucurkan dana kelurahan Rp.17,5 Miliar bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) APBN dan APBD tahun 2019.

Tapi sangat disayangkan, anggaran miliaran rupiah itu, diduga jadi ajang korupsi para camat.

Diketahui setiap kelurahan memeroleh Rp.500 Juta, untuk 35 kelurahan dari 5 kecamatan se Kota Tebingtinggi.

Berbagai pihak dan lapisan masyarakat menuding penyelewengan dana itu, dikoordinasikan masing-masing camat.

Salah satu Organisasi kemasyarakatan (Ormas) mengatakan bahwa para camat meminta uang kewajiban sebesar 25% pada calon kontraktor agar mendapatkan proyek di Kelurahan.

Disebutkan selain membayar uang kewajiban, kontraktor yang dihunjuk juga berdasarkan kedekatan, tujuannya agar para kontraktor tidak buka suara terhadap permainan kotor itu.

Ketika awak koran ini mendatangi Lurah Brohol Safrial di kantornya, Selasa (16/07), mengatakan, “Sudah ada daftar kontraktor yang mengerjakan proyek di Kelurahan kami dan titik pekerjaannya juga sudah diatur oleh Camat,” sambil memperlihatkan selembar kertas catatan.

Ketika wartawan menayakan siapa saja kontraktor yang dipilih dan dimana saja titik proyeknya, Safrial kembali menjawab, “Seperti proyek jalan setapak di Gang Asem sepanjang 250 Meter, itu dikerjakan oleh Camat Rambutan. Untuk Kelurahan kami paket pekerjaan itu nilainya yang paling besar pagunya diatas Rp.100 Juta”, Ujarnya.

Selanjutnya, wartawan koran ini menyakan tentang proses kontraktor yang mendapatkan proyek.

Lagi-lagi Safrial memberi penjelasan jujur dan mencengangkan. “Semua itu sudah diatur oleh Camat melalui staf kecamatan ,Ibu Dame dan Direktur teknis (Dirtek) Hatta. Kami hanya menerima arahan saja. Jika Bapak ingin lebih jelasnya, silahkan datang ke Kantor Camat saja”, Bebernya.

Mendapat penjelasan rinci dari Lurah, wartawan koran ini lalu menyambangi Camat Bajenis, Zulimansyah SH, Rabu (24/07). Di kantornya, Zulimansyah SH  menerima wartawan Posmetro Medan.

Kepada Posmetro Medan, Zulimansyah mengatakan bahwa semua proses t3ntang proyek dan tender sudah sesuai prosedur.

“Proses perekrutan kontraktor sudah sesuai dengan aturan, bahwa kontraktor yang dipilih adalah yang beruntung karena telah diseleksi oleh staff kecamatan. Tentang staff ibu Dame dan Dirtek Hatta menerima uang kewajiban 25%, itu tidak ada. Kemudian tentang Camat Rambutan yang menjadi kontraktor untuk mengerjakan jalan setapak di Gang Asem itu juga tidak benar. Mungkin saja itu rekan Camat Rambutan,”ucapnya.

Zulimansyah juga menceritakan bahwa, proses pelaksaan Dana Kelurahan ini sesuai dengan Surat Keputusan Mendagri No 130 Tahun 2018
tentang Pembangunan Sarana dan Prasarana Kelurahan dan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan.

“Dimana setiap kelurahan mendapatkan porsi Rp.500 Juta dan untuk itu dalam proses pelaksanaannya, kami telah melaksanakan musyawarah dengan warga dan karena warga tidak memiliki perusahaan kontraktor, maka kami putuskan untuk menggunakan jasa perusahaan kontraktor dari luar,” kata Camat.

“Pekerjaan tahap pertama ini harus sudah selesai tanggal 31 Juli agar penyerapan anggaran segera dapat dilaksanakan dan semoga tujuan dari dilaksankannya program Dana Kelurahan ini tepat sasaran dan sukses”, tutupnya.

Pantauan awak media di lapangan sejumlah nama kontraktor yang terpilih untuk bekerja adalah pemain lama dan kerap mendapatkan proyek pekerjaan. Kesempatan yang sama masih belum terlihat dimiliki oleh kontraktor lain. Namun Dana Kelurahan yang dikucurkan oleh Pemko Tebingtinggi dengan tujuan untuk meningkatkan pembangunan sarana dan prasarana serta memberdayakan masyarakat kelurahan selayaknya tepat sasaran dan tidak dijadikan ajang korupsi baru oleh oknum pejabat, sebab kepentingan umum lebih diutamakan daripada kepentingan pribadi atau kelompok. (sal/tob).

example banner

This site is using SEO Baclinks plugin created by Locco.Ro

example banner

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed