oleh

Tampilan Papan Reklame di Momen Idul Adha: Kelalaian atau Disengaja?

SIANTAR | MU – Papan reklame tunggal dan super jumbo di Lapangan H Adam Malik Kota Siantar, tak menampilkan moment Idul Adha 1439 H yang jatuh pada Rabu (22/08/2018) kemarin. 

Padahal di kesempatan sebelum-sebelumnya, wajah Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor dan Wakil Wali Kota Siantar Togar Sitorus, acapkali tampil mengisi papan reklame yang berdiri kokoh di alun-alun kota itu. Tentu dipadu dengan busana dan kalimat muqoddimah yang disesuaikan pula dengan kaitan momen peringatan hari besar nasional mau pun keagamaan. 

Papan reklame itu memang sengaja didirikan untuk dijadikan sarana komunikasi bagi wali kota dan wakil wali kota, dalam mengungkapan rasa kepedulian mewakili pemerintah kota, di setiap momen penting yang ikut diperingati komponen bangsa.

Tapi rupanya tidak pada moment Hari Raya Idul Adha 1439 H kemarin. Papan reklame yang dibangun permanen oleh management pabrik rokok di Siantar tersebut, justru tak menampilkan momen hari besar keagamaan bagi umat Islam kala itu. Padahal ribuan umat Islam tumpah-ruah di lapangan H Adam Malik demi menunaikan Salat Idul Adha sejak pagi hingga menjelang siang. 

Sayang sekali, papan reklame tak dimanfaatkan sebagai fungsinya menyuarakan komunikasi batin wali kota dan wakil wali kota kepada peserta peringatan Hari Raya Haji yang penuh kesakralan. Entah ini kelalaian atau disengaja, namun yang pasti diharapkan, hendaklah hal semacam ini tak terulang kembali di kemudian hari. Agar tak ada yang merasa diabaikan. 

Bukankah hanya gara-gara papan reklame sang wali kota harus terjerat dalam Hak Angket DPRD Kota Siantar? Bahkan hingga saat ini, proses pelengseran wali kota masih berjalan gantung hanya dipicu oleh papan reklame. Pengalaman buruk soal papan reklame ini harus benar-benar diperhatikan agar tak menimbulkan konflik interest. 

Di ujung ceramahnya usai mengimami Salat Idul Adha Rabu lalu, Tuan Guru Sa’ban Rajagukguk menegaskan, pemimpin yang tak membawa manfaat apalagi enggan berkorban di jalan Allah SWT,  sebaiknya mundur karena hanya akan semakin menjerumuskan dirinya ke lubang terdalam api neraka. “Siapa pun dia, pemimpin itu harus selalu membawa kebaikan di tengah-tengah kaum yang dipimpinnya. Tidak menimbulkan kegaduhan, tidak sombong dan paling penting penting, mau berkorban dalam mengawal agama Allah SWT,” ujar Sa’ban bernada kencang. (Ung)

example banner

This site is using SEO Baclinks plugin created by Locco.Ro

example banner

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed